Tanggal 22 April 2008 pukul 20.00 di Bunda International Clinic (BIC)
Setelah praktek dokter selesai ayah dan bunda berdiskusi dengan dokter mengenai waktu kapan dede mau dilahirkan (hari itu juga atau besoknya) dan akan memilih melahirkan normal atau Caesar dan dijelaskan oleh dokter juga mengenai bagaimana kelahiran normal dan Caesar itu sendiri serta jeda waktu kapan bunda boleh hamil lagi. Walaupun saat itu perasaan dan pikiran ayah dan bunda sudah ngga enak, akhirnya bunda memutuskan untuk melahirkan hari itu juga dan bunda memilih melahirkan normal (bunda memang ingin sekali melahirkan normal dari dulu dan bunda ingin cepat hamil lagi).
Tanggal 22 April 2008 pukul 21.00 di Rumah Sakit Bunda, Menteng Jakpus
Setelah ortu dan adik ayah sampai di BIC, akhirnya kamipun menuju ke RS Bunda dan bunda masuk ke ruang persalinan. Bunda mulai diinduksi…bunda mulai mulas2 dan tiap jam diobservasi oleh perawat…oleh dokter bunda dipindah di ruang khusus bunda sendiri yang menempatinya dan ditemani oleh ayah sampai keesokan harinya…selama di ruang persalinan pikiran bunda entah kemana..sedih hati bunda..ketika tengah malam sampai siang bunda mendengar suara ibu2 yang menjerit kesakitan dalam melahirkan dan tidak lama terdengar suara tangisan bayi…sedangkan bunda2 sedang berusaha untuk melahirkan dede yang sudah tidak ada detak jantungnya…
Tanggal 23 April 2008 pukul 06.00
Ortu dan adik bunda yang dari Banjarnegara sampai di RS Bunda, tangispun tidak bisa terbendung lagi… proses induksi terus berlanjut…dosis obatnya dinaikkan dan dipasang infus… sampai jam 14.00 baru bukaan 1…dosisnya semakin bertambah…kata dokter bukaan akan bertambah tiap 1 jam…ya Allah mudahkan dan lancarkanlah hamba untuk melahirkan… de…Bantu bunda ya supaya bunda cepat melahirkan dede…
Ayah yang tidak tega melihat bunda kesakitan menyarankan bunda untuk operasi saja…’ade gpp ay…kita tunggu perkembangannya dulu..kalo memang ngga ada kemajuan baru operasi dan terserah dokter baiknya gemana’…
Tanggal 23 April 2008 pukul 21.00
Karena tidak ada kemajuan bukaan setelah 1x24 jam diinduksi (bukaan 1 terus) akhirnya ayah ditelepon dokter dan disarankan untuk dilakukan operasi nanti pukul 22.00 dan ayah menyetujuinya. Ayah bicara ama bunda mengenai hasil induksi dan pembicaraan ama dokter…’ade setuju ayah untuk operasi…dede-nya masih betah di perut bunda ya ay…ngga mau keluar’…’ay..tar kalo setelah operasi ade minta dede bersama bunda dulu, jangan langsung dibawa pulang ya’…’iya de’…
Akhirnya ayah menandatangani surat persetujuan dilakukan operasi dan mengurus semuanya dan bunda diminta untuk puasa 1 jam sebelum dilakukan operasi…sebelum bunda operasi sholat isya dulu…ya Allah mudahkan hamba-Mu…
Tanggal 23 April 2008 pukul 22.00
Bunda masuk ke ruangan OK…bunda disuntik di tangan bunda dan diambil darahnya…bunda tanya ke perawatnya untuk apa…yang pertama untuk mengetahui bunda alergi tidak ama obat bius dan yang kedua diambil darahnya supaya dipersiapkan transfusi darah apabila terjadi apa2 ma bunda. Team dokter datang dan bunda masuk ke ruang operasi jam 22 lewat. Sebelum masuk ruang operasi ayah mengecup kening bunda dan bunda berkata ama ayah 'ay...doain bunda ya' dan ayah menganggukkan kepalanya...Bunda mulai dibius lokal dan operasipun dimulai…bismillahirahmannirrahim…mata bunda terpejam tapi bunda masih mendengar suara dokter dan perawat…bunda tak bisa berpikir apa2..bunda pasrah…tiba2 bunda terbangun dibangunkan perawat dan bunda tuk pertama kalinya melihatmu digendongan perawat…tak ada tangisan dede tapi bunda yang menangis…proses operasinya cepat…dan bundapun dipindahkan ke ruangan pemulihan dan dede-pun dibawa perawat untuk dibersihkan…berat badan dede 1,6 kg dan panjang 46 cm…
Di depan ruangan OK…dokter menjelaskan di depan ayah, ortu ayah dan ortu bunda penyebab meninggalnya dede…dokter membawa ari2 dan diperlihatkan tali pusat / tali pusar dede terpilin/terpelintir sehingga asupan darah, oksigen dan makanan berhenti…
Saat bunda di ruang pemulihan, dede diletakkan di sebelah bunda…setengah jam bunda bersamamu…bunda pandangi dede tuk pertama dan terakhir kalinya…ngga bisa dibayangkan bagaimana perasaan ayah dan bunda…sedih…sedih banget… tubuhmu tinggi de…sama seperti ayah…wajahmu sama seperti ayah…lebih ganteng dari ayah...hidungmu mancung dan besar…bibirmu sangat merah…alismu tebal dan menyatu…jari2 tangan dan kakimu panjang dan lentik…dagumu indah…Subhanallah…
Setengah jam berlalu…dede dibawa pulang ke rumah untuk dimakamkan keesokan harinya dan tinggal bunda sendiri di ruangan pemulihan…Selamat jalan de…bunda sangat menyayangimu…
0 Comments:
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

