Blogger Template by Blogcrowds

Handphone Bunda hilang…




Tanggal 01 Juni 2008 pukul 12.00 (tepat 40 hari kepergian dede)
Saat ayah dan bunda mo turun dari bis yang ayah bunda tumpangi dari Bawen-Solo…bunda merasa di saku bunda ada yang kurang..hanya ada dompet…ya Allah…handphone bunda udah ngga ada lagi di saku…’ay…handphone bunda hilang’…’coba cari di tempat duduk yang tadi’…ketika bunda balik lagi ke tempat duduk semula tempat duduknya sudah ditempati orang lain…’cari apa bu’..’cari handphone pak’…’ngga ada bu…’…karena bis sudah berhenti di tempat tujuan akhirnya kita turun…kita ngga berpikiran untuk miscall handphone bunda...saat itu ngga tau kenapa pikiran bunda kosong…
Sampai di rumah bunda menangis…ayah menenangkan bunda..’de…udah handphonenya diikhlaskan…kehilangan dede saja kita harus ikhlas apalagi kehilangan handphone…kita perlu introspeksi..kenapa ujian datang secara beruntun…mungkin kita kurang beramal atau apa de’…’ayah..ade menangis bukan karena ngga ikhlas kehilangan handphonenya…tapi isi di handphone yang penting buat ade…di handphone ada 2 foto ade yang utuh bersama dede yang belum sempat bunda transfer ke komputer atau handphone ayah’…’ade udah kehilangan dede dan di handphone itu tinggal satu-satunya kenangan ade bersama dede’…’ya udah de…kalo dah rizki nanti pasti balik juga…mungkin dengan hilangnya handphone itu supaya ade lebih mengikhlaskan kepergian dede’…’iya ay…mungkin orang yang menemukan handphone ade lebih butuh…dan itu terbaik buat ade’…Ya Allah…berikan hamba keikhlasan hati dan kelapangan dada dalam menghadapi ujian ini.

0 Comments:

Post a Comment



Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda