Blogger Template by Blogcrowds

Ya Allah...izinkan aku untuk menjadi Ibu...




Satu Rindu
Album : Semesta Bertasbih
Munsyid : Opick Feat Amanda
http://liriknasyid.com


Hujan teringatkan aku
Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu Oh ibu

Alloh izinkanlah aku
Bahagiakan dia
Meski dia telah jauh
Biarkanlah aku
Berarti untuk dirinya
oh ibu oh ibu kau ibu

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu oh ibu kau ibu
oh ibu oh ibu

Hujan teringatkan aku
Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu
Kau ibu kau ibu kau ibu



Senandung Rindu
Album : Bahasa Jiwa
Munsyid : Maidany
http://liriknasyid.com


Dalam kenangan, s'lalu merindu
Tatkala hati teringat masa yang lalu
Ditimang oleh ayah dan ibu

Dalam lamunan, s'lalu terkenang
Tatkala diri s'lalu menanti
Belai kasihmu dalam sayangmu

S'lalu dimanja
S'lalu dikenang
S'lalu dibuai daku dalam cintamu

S'lalu dimanja
S'lalu dikenang
S'lalu dibuai daku dalam rindumu

Walau terkadang hatimu luka
Walau terkadang jiwamu resah

'Kan kubalas cintamu dalam hidupku
'Kan kubalas kasihmu dalam jiwaku
'Kan kukenang dirimu dalam doaku
Wahai ayah dan ibu, semoga bahagia dirimu



Setanggi Syurga
Munsyid : In Team


Percaya kata janjiMu
Kerna ku yakin apa di genggamMu
Keharuman setanggi syurga
Bukan kilauan sebilah belati

Tersiksa jiwa merindu
Bagai terkurung dibasah tengkujuh
Kewangian aroma bunga
Tak menggugah keteguhan iman

Cinta tak pernah terbunggar dan terlebur
Pada redup renung mata yang menipu
Tuntas ku mendaki
Puncak cinta teragung

Izinkan aku melafazkan kata
Bicara hati yang mudah diterjemah
Betapa aku gerun pada teduh untuk bernaung
(Kerna awan itu rapuh)

Bahagia buat mereka
Yang bertemu cinta yang teragung
Yang membawa ke syurga hakiki dan abadi

Dendam tak marak menyala dan membakar
Oleh putih salju yang berguguran
Kerna dosa itu
Lebih hitam dan kelam

Ku anyam rindu menjadi hamparan
Kerna ku pasti adanya pertemuan
Di sana nanti bukti cinta suci dilafazkan
Tak bertemu pengucapan

Percaya kata janjiMu
Kerna ku yakin apa di genggamMu
Keharuman setanggi syurga
Bukan kilauan sebilah belati

Kata janjiMu...
Seharum setanggi syurga




Ketika bunda mendengarkan syair lagu nasyid di atas tak terasa air mata tlah menetes di pipi...ingat ibu dan dede...betapa tidak mudahnya untuk menjadi seorang ibu...bagi sebagian orang untuk mendapatkan anak mudah..dan bagi sebagian orang untuk mendapatkan anak memerlukan waktu dan perjuangan...tidak semudah membalikkan telapak tangan...ada yang setahun, dua tahun, tiga tahun bahkan puluhan tahun baru mendapatkannya...dari berobat ke dokter sampai pengobatan alternatif. Sampai pernah bunda menulis di handphone bunda (bunda jadikan wallpaper) " Ya Allah...izinkan aku untuk menjadi Ibu ". bunda tidak tahu harus bagaimana lagi...ke dokter udah, berobat alternatif udah...bunda pasrahkan semuanya ma Allah...manusia hanya bisa berdoa dan berusaha dan Allah yang menentukan. Alhamdulillah saat bunda pasrah (saat itu ukuran sel telur 9 mm dan 13 mm, padahal normalnya minimal 18 mm) Allah mengabulkan doa ayah dan bunda selama ini...di dunia ini ngga ada yang ngga mungkin kalo Allah sudah Berkehendak...
Kehamilan dan melahirkan adalah anugerah terindah dari Allah dan sangat dinantikan setiap wanita...
Apa yang dirasakan selama hamil selalu dinikmati dan rasa sakit saat melahirkan tidak dirasakan. buat bunda sesakit apapun saat melahirkan akan bunda lalui, sekalipun nyawa taruhannya untuk mendapatkanmu...benar kata pepatah kasih ibu itu sepanjang masa...
Ibu...terima kasih atas kasih dan sayang yang telah engkau berikan kepadaku selama ini...kasih dan sayangmu tidak dapat aku balas dengan apapun...
Ibu...maafkan segala khilaf dan salahku, baik kata maupun perbuatan, baik sengaja maupun tak sengaja...


Ya Allah...ampunilah segala dosa hamba, orang tua hamba, suami hamba dan keluarga hamba...
Ya Allah...jadikanlah kami sebagai hamba yang selalu taat kepada-Mu, yang selalu berada di jalan-Mu
Ya Allah...jadikanlah kami sebagai hamba yang selalu bersyukur atas nikmat dan ujian-Mu
Ya Allah...berikanlah kami kekuatan hati, keikhlasan hati dan kelapangan dada saat menerima ujian-Mu
Ya Allah...apa yang Engkau berikan kepada kami adalah yang terbaik buat kami dan anak kami
Ya Allah...mudahkanlah hamba untuk hamil kembali dan memperoleh keturunan yang shaleh dan shalehah
Ya Allah...jadikan keluarga kami keluarga yang sakinah , mawaddah wa rahmah
Ya Allah...berikanlah kepada anak kami Khaled Ar Rayyan Sektiaji tempat terbaik di sisi-Mu
Amiin...


Terima Kasih ya Allah...kini aku sudah menjadi seorang ibu dari seorang anak...Khaled Ar Rayyan Sektiaji..





Surat untuk anakku, Khaled Ar Rayyan Sektiaji...




Jakarta, 16 Juni 2008
Teruntuk : Anakku tersayang Khaled Ar Rayyan Sektiaji


Assalamu'alaikum wr.wb...
Anakku sayang, Khaled Ar Rayyan Sektiaji...
Bagaimana kabarmu disana nak...? InsyaAllah engkau disana selalu dalam keadaan baik dan tanpa kekurangan apapun, karena engkau dijaga langsung oleh Allah dan ditemani oleh bidadari dan teman2mu yang dipanggil oleh Allah selagi kecil.
Alhamdulillah ayah dan bunda disini dalam keadaan baik dan sehat, Bunda sudah mulai masuk kantor lagi setelah cuti melahirkanmu 1,5 bulan.

Anakku sayang, Khaled Ar Rayyan Sektiaji...
Bunda kangen dede...Bunda teringat saat-saat bersama dede..dari awal bunda tahu hamil sampai saat-saat terakhir bersamamu...
Bunda ingat sehari sebelum tahu hamil bunda pengen banget makan kedondong, ngidamnya dede murah meriah...tiada hari tanpa makan kedondong...untuk mendapatkanmu ayah dan bunda menunggu selama 2 tahun lebih...dari ikut program hamil ke dokter, pengobatan alternatif (pijat rahim, pijat refleksi dan akupunktur) dan terapi lain ayah dan bunda lakukan untuk mendapatkanmu...alhamdulillah akhirnya Allah memberikan anugerah terindah dalam hidup ayah dan bunda di bulan Ramadhan... hari demi hari bunda lalui bersama2 denganmu...bunda bawa dirimu dalam kandungan kemana kaki bunda melangkah...apa yang bunda makan dede juga ikut makan ... waktu 32 minggu bersamamu terasa terlalu cepat bagi bunda bersamamu...begitu cepat engkau meninggalkan ayah dan bunda...terasa baru kemarin bunda merasakan kehadiranmu...bunda kangen tendanganmu...bunda kangen sikutanmu..bunda kangen engkau tonjolkan kepalamu dalam perut bunda...bunda kangen bermain-main denganmu...bunda kangen sholat dan ngaji bersamamu...bunda kangen melihat wajahmu...awal kepergianmu bunda merasakan kesedihan yang dalam, tiap hari bunda merasakan kerinduan yang sangat besar...kemana bunda harus mencurahkan rasa sayang dan rindu ini...tiap melihat fotomu bunda tak bisa tuk menahan air mata...bunda sayang dan kangen ma dede....


Anakku sayang, Khaled Ar Rayyan Sektiaji...
Kini bunda sudah bisa tersenyum kembali...apa yang Allah berikan buat kita adalah yang terbaik...Allah tidak akan pernah salah dengan keputusan-Nya...dede adalah titipan terindah yang Allah berikan buat ayah dan bunda...ayah dan bunda harus siap dan mengikhlaskan jika sewaktu-waktu titipan yang Allah titipkan diambil kembali. Walaupun ayah dan bunda tidak pernah mendengar tangismu, ayah dan bunda sangat mencintaimu...engkau putra pertama ayah dan bunda...Allah lebih menyayangimu de...Allah yang akan langsung menjagamu...dede sudah tenang dan bahagia di Surga-Nya tuk selama-lamanya...disana engkau ditemani bidadari dan teman2 yang telah dipanggil selagi kecil...engkau minum air dari mata air surga dan makan makanan surga...
foto dede bunda pajang di kamar dan di YM...supaya bunda bisa melihatmu setiap saat dan bunda merasakan dede terus berada disamping bunda...wajahmu yang tenang yang sedang tidur pulas...engkau selalu ada di hati ayah dan bunda...ayah dan bunda sangat bahagia bersamamu...maafkan ayah dan bunda selama dede bersama ayah dan bunda...InsyaAllah kita akan dipertemukan Allah dalam Jannah-Nya.

Wassalamu'alaikum wr.wb...









engkau adalah buah hati ayah dan bunda...
engkau adalah permata hati ayah dan bunda...
engkau adalah cahaya mata ayah dan bunda...
engkau adalah jagoan kecil ayah dan bunda...
engkau adalah belahan jiwa ayah dan bunda...
engkau adalah darah daging ayah dan bunda...
engkau adalah buah cinta ayah dan bunda...


ayah dan bunda sangat menantikanmu...
ayah dan bunda sangat mencintaimu...
ayah dan bunda sangat menyayangimu...
ayah dan bunda sangat merindukanmu...
ayah dan bunda sangat ingin menjagamu...
ayah dan bunda sangat ingin melihat wajahmu...
ayah dan bunda sangat ingin melihat senyummu...
ayah dan bunda sangat ingin melihat canda dan tawamu...
ayah dan bunda sangat ingin mendengar tangisanmu...
ayah dan bunda sangat ingin memelukmu...
ayah dan bunda sangat ingin menciummu...

Allah lebih mencintaimu nak...
Allah lebih menyayangimu...
Allah lebih merindukanmu...
Allah lebih ingin menjagamu...
Kini engkau sudah tenang disana...
Kini engkau sudah bahagia disana...
Kini engkau sudah tersenyum disana...
Dalam Jannah-Nya...
Dalam Cinta-Nya...
Dalam Dekapan-Nya...
Dalam Buaian-Nya...
Dalam Pelukan-Nya...


Anakku sayang...Khaled Ar Rayyan Sektiaji...tunggu dan jemputlah ayah dan bunda di Jannah-Nya...



Firasat itu...




Firasat...terkadang firasat itu baru disadari seseorang bila kejadian itu sudah terjadi...
Ya...ayah dan bunda baru menyadari firasat itu setelah kepergianmu...

- 2 minggu sebelum kepergianmu...tgl 07 april 2008 dede tuk pertama kalinya mengedipkan/membuka mata dede saat di USG...ayah dan bunda melihatnya dan subhanallah...dede ingin melihat ayah dan bunda ya...dan itulah moment pertama dan terakhir ayah bunda melihat dede membuka mata dan dede melihat ayah dan bunda...

- seminggu sebelum kepergianmu...tgl 13 April 2008 bunda mengajak ayah (agak memaksa) ke mangga dua untuk belanja keperluanmu, udah lama bunda pengen belanja keperluanmu...sampai di mangga dua ayah dan bunda membeli baju, celana, popok, bedong, kaos tangan, kaos kaki dan handuk...semuanya warna dasarnya putih...ayah bilang kalo bayi dipakein warna putih keliatan bersih...bener kata ayah setelah kau lahir kain yang kau pake warnanya putih dan kau keliatan bersih dan kau pun pergi bersih tanpa dosa...kau terlahir fitrah/suci de...

- dua hari sebelum kepergianmu ... tanggal 20 April 2008 bunda mengajak ayah ke carefour (memaksa lagi, awalnya ayah ngga mau)... bunda bilang ke ayah bunda ingin membeli sabun, shampoo, bedak, baby oil dll...kata ayah tar aja kan dede masih lam lahirnya (HPL 22 Juni 2008) ... karena bunda memaksa akhirnya ayah mau juga dan bunda membelinya... dan tanggal 24 April 2008 apa yang bunda beli ayah pakai untuk memandikanmu...

- beberapa hari sebelum kepergianmu bunda bermimpi dede udah lahir dan minum asi dan dede bilang air susu bunda pahit...bunda bilang ke dede 'ngga mungkin de' , paginya bunda bilang ke ayah...maafin bunda ya de..bunda ngga tau isyaratmu...

- tanggal 16 april 2008 bunda chat ma temen millis bunda yang sama2 hamil...temen bunda bertanya bunda sudah beli perlengkapan dede blom? bunda jawab sudah dan bunda balik bertanya menanyakan hal yang sama, temen bunda jawab blom...bunda tanya kenapa? dan temen bunda menjawab kalo kenapa2 tar takut stress sendiri liat barangnya...bunda jawab ic...dan akhirnya bunda mengerti jawaban dari temen bunda...bunda merasakan saat bunda hamil dede melihat barang2 keperluan dede rasanya bahagia banget membayangkan kalo dede pake baju yang ayah dan bunda beli. setelah kepergian dede bunda baru melihat tas kresek besar isi keperluan dede aja bunda udah ngga kuat dan ngga sanggup untuk melihat keperluan dede.

- tanggal 20 April 2008 bunda ingin menyelesaikan nama dede...hari-hari sebelumnya bunda browsing mencari nama yang tepat untukmu dan bunda menemukan nama Ar Rayyan dan bunda catat nama-nama yang ingin bunda berikan kepadamu di handphone...bunda nanya ke ayah nama2 yang bunda dapat tapi ayah belum sepakat ama bunda. akhirnya nama dede selesai juga tanggal 23 april 2008 sesaat sebelum bunda melakukan operasi caesar melahirkanmu...

- tanggal 21 dan 22 April 2008 perasaan bunda dari pagi ampe sore pas dikantor kho ngga enak banget...badan rasanya lemes dan pikiran bunda ngga konsen...ngga seperti biasany bunda seperti itu...ternyata ibu bunda merasakan hal yang sama dengan bunda.

- beberapa hari sebelum kepergianmu ayah cerita ke bunda, ayah bermimpi bertemu dengan mbah yang udah meninggal...kho bisa mimpi yang sama ya...bunda juga bermimpi bertemu dengan saudara bunda yang sudah meninggal...bunda yang mo cerita akhirnya ngga jadi cerita ke ayah...

- Ayah dan bunda juga baru menyadari setelah kepergianmu...tanggal 21 April 2008 (terakhir dede bergerak) bertepatan dengan 5 tahun yang lalu tuk pertama kalinya bunda bertemu dengan ayah (bunda dan ayah bertemu tuk pertama kalinya tanggal 21 April 2003 di Masjid Kampus UGM). Tanggal 02 Juni 2008 ayah dan bunda ke Masjid Kampus UGM, dulu ayah dan bunda ingin apabila dede lahir ingin membawamu kesana...ayah dan bunda tetap kesana dengan membawa fotomu...akhirnya keinginan ayah dan bunda tercapai sudah...
Ya Allah...di tempat inilah (Masjid Kampus UGM) hamba bertemu suami hamba...hamba mohon pada-Mu pertemukan hamba dengan anak-anak hamba di tempat ini.

tanggal 23 april 2008 (dede dilahirkan ) bertepatan dengan 3 tahun yang lalu ayah melamar bunda (tgl 23 April 2005 keluarga ayah melamar bunda di rumah ortu bunda).
Ya Allah...hamba tidak pernah tahu rahasia-Mu tapi hamba yakin dan percaya yang Engkau berikan kepada kami adalah yang terbaik buat hamba, suami hamba dan anak hamba...




Ayah dan Bunda ke tempat Dede ...



Tanggal 05 Juni 2008 pukul 16.30

Setelah pulang dari rumah ortu Bunda, untuk pertama kalinya Bunda mengunjungi tempat peristirahatan terakhirmu di TPU Kemanggisan diantar ayah. Sebelumnya Bunda ingin sekali kesana tapi kondisi Bunda masih lemah. Sepanjang perjalanan Bunda mencoba untuk tidak menangis, tapi Bunda tidak bisa untuk tidak menitikkan air mata, karena jalan yang Bunda lewati penuh kenangan bersamamu..Ya Allah kuatkan hamba-Mu..
Pukul 5 sore Ayah dan Bunda sampai di tempat dede..tanah kuburmu masih merah..diatas kuburmu sudah tumbuh pohon dengan bunga warna-warni..Ayah dan Bunda terdiam..doa untukmu Kami panjatkan.. de..Bunda kangen..air mata Bunda terus berlinang..Ayah mengajakmu bicara..Bunda tidak mampu berkata-kata..Sebelum pulang Bunda mencium nisanmu..de..Bunda sayang ama dede..

Ya Allah…jagalah anak kami…
Berikan tempat untuk anak kami di sisi terbaik-Mu ya Allah…
Lapangkanlah kuburnya…terangilah kuburnya…
Jauhkanlah anak kami dari siksa kubur, dunia dan akherat…
Ampunilah segala dosa hamba dan suami hamba selama kehamilannya…

Sampai di rumah, Bunda masuk kamar…Subhanallah…tercium aroma wangi bayi sama seperti tadi pagi…Alhamdulillah terima kasih ya Allah…Engkau berikan karunia buat kami...walaupun anak kami telah kembali kepada-Mu, Engkau berikan kepada kami kesempatan untuk merasakan kehadiran anak kami di kamar kami dengan aroma wewangiannya…


Kembali ke Jakarta...





Tanggal 05 Juni 2008
Ayah dan Bunda sampai di rumah Jakarta kembali, setelah hampir 4 minggu Bunda di rumah ortu Bunda untuk menenangkan diri. Saat Bunda masuk kamar dan membuka pintu…Bunda mencium aroma wangi bayi di kamar…kemudian Bunda memanggil Ayah…’Ayah…di kamar wangi..wangi bayi…ayah mencium wangi itu ngga? Wangi darimana ya ay?... ‘Iya de…Ayah kan pernah bilang saat ade di Banjar, ayah mencium wangi bayi di kamar dan tar hilang, tar wangi lagi…Ayah juga ga tau darimana asalnya…mungkin dede-nya ada di kamar’…
’Iya ay’…
Bunda melihat sekeliling kamar dan merasakan ada yang hilang…’Ay…baju dede dimana? Ade pengen liat’…’baju dede udah disimpan ama mamak…liatnya tar ya kalo dede-nya Khaled udah lahir’…Bunda terdiam…’Ay…ade pengen liat..ade kangen ma dede’…’tar kan qt ke tempat dede…liat bajunya tar kalo dede-nya Khaled udah lahir’…’iya ay’…
Kamar ini…begitu banyak kenangan indah bersama dede…di tempat inilah engkau hadir, di tempat inilah engkau bermain bersama ayah bunda dan di tempat inilah engkau menghembuskan nafas terakhirmu…Bunda membutuhkan kekuatan hati untuk memasukinya kembali setelah kepergianmu…2 minggu setelah kepergianmu Bunda di kamar adik ayah…Saat pertama kali masuk kamar pun Bunda tidak kuat…Bunda menangis…Bunda selalu ingat dirimu de…
Ya Allah..berilah hamba kekuatan hati, kelapangan dada dan keikhlasan hati untuk menghadapi semuanya…



Handphone Bunda hilang…




Tanggal 01 Juni 2008 pukul 12.00 (tepat 40 hari kepergian dede)
Saat ayah dan bunda mo turun dari bis yang ayah bunda tumpangi dari Bawen-Solo…bunda merasa di saku bunda ada yang kurang..hanya ada dompet…ya Allah…handphone bunda udah ngga ada lagi di saku…’ay…handphone bunda hilang’…’coba cari di tempat duduk yang tadi’…ketika bunda balik lagi ke tempat duduk semula tempat duduknya sudah ditempati orang lain…’cari apa bu’..’cari handphone pak’…’ngga ada bu…’…karena bis sudah berhenti di tempat tujuan akhirnya kita turun…kita ngga berpikiran untuk miscall handphone bunda...saat itu ngga tau kenapa pikiran bunda kosong…
Sampai di rumah bunda menangis…ayah menenangkan bunda..’de…udah handphonenya diikhlaskan…kehilangan dede saja kita harus ikhlas apalagi kehilangan handphone…kita perlu introspeksi..kenapa ujian datang secara beruntun…mungkin kita kurang beramal atau apa de’…’ayah..ade menangis bukan karena ngga ikhlas kehilangan handphonenya…tapi isi di handphone yang penting buat ade…di handphone ada 2 foto ade yang utuh bersama dede yang belum sempat bunda transfer ke komputer atau handphone ayah’…’ade udah kehilangan dede dan di handphone itu tinggal satu-satunya kenangan ade bersama dede’…’ya udah de…kalo dah rizki nanti pasti balik juga…mungkin dengan hilangnya handphone itu supaya ade lebih mengikhlaskan kepergian dede’…’iya ay…mungkin orang yang menemukan handphone ade lebih butuh…dan itu terbaik buat ade’…Ya Allah…berikan hamba keikhlasan hati dan kelapangan dada dalam menghadapi ujian ini.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda