Di Balik Ujian Ada Hikmah Yang Diambil...(part 2)
Diposting oleh Kenangan Ayah dan Bunda bersama Khaled di 12.10Menunggu hadirnya buah hati...
Bagi sebagian orang mudah untuk mendapatkan keturunan (buah hati) dan bagi sebagian orang lagi untuk hamil memerlukan waktu dan usaha, harus menunggu waktu entah itu bulan, tahun bahkan puluhan tahun untuk mendapatkan anak dan memerlukan usaha bagaimana supaya bisa cepet hamil, entah itu ke dokter atau pengobatan alternatif dimana untuk usaha yang satu ini diperlukan biaya yang tidak sedikit, untuk mendapatkan anak sudah ngga ada perhitungan lagi, berapapun akan dikeluarkan untuk bisa hamil. Di satu sisi ada yang sangat menginginkan anak tetapi harus sabar menunggu, di sisi lain ada yang udah dikasih hamil tapi "tidak" menghendaki kehadirannya, itulah hidup...buat yang dipermudah mendapatkan anak bersyukurlah dan buat yang sedang diuji kesabaran untuk mendapatkan anak bersyukur juga...karena bersyukur bukan hanya dalam mendapat kebahagiaan, tetapi bersyukur juga saat mendapatkan ujian-Nya (memang sulit tapi kita berusaha untuk bersyukur setiap saat)...
Saya termasuk orang yang sangat menginginkan hadirnya anak, tetapi harus sabar dengan ujian-Nya...saya baru hamil anak pertama (Khaled) setelah menunggu 2 tahun lebih 1 bulan, berbagai usaha tlah dilakukan dari dokter sampai pengobatan alternatif. Dokter pun ga cukup 1 orang, ganti2 dokter dan rumah sakit pun dilakukan karena ngga ada perkembangan, blom pengobatan alternatif, tiap ada orang yang hamil dengan cara ini itu selalu diikuti. Akhirnya saya dan hubby memutuskan untuk berobat ke dokter ahli infertilitas mengingat usia pernikahan yang udah hampir 2 tahun dan dari dokter sebelumnya sudah diketahui permasalahan ada dimana. Sebelumnya survey dulu ke dokter mana yang akan kita kunjungi, melihat list dokter di millist, menanyakan ke orang2 yang sukses hamil ke dokter dengan permasalahan yang sama. Alhamdulillah permasalahan sudah diketahui karena dengan dokter-dokter sebelumnya dinyatakan saya dan hubby baik-baik saja. Dari analisa baik2 saja kamipun santai, setahun kemudian belum hamil juga udah berpikiran pasti ada masalah. Akhirnya penyebabnya diketahui sel telur yang kecil2 dan banyak (PCO) dan rahim terbalik (retrofleksi). 3 bulan terapi Alhamdulillah berkah hamil diberikan Allah saat bulan Ramadhan, 2 minggu setelah lebaran ditestpack + dan cek ke dokter udah hamil 6 minggu.
Memang diperlukan kesabaran yang tinggi untuk ujian ini, bersabar dengan terapi yang harus dijalani dan bersabar dengan omongan orang. Baru beberapa bulan menikah udah ditanya udah isi blom, udah hamil blom? Alhamdulillah saya mempunyai ortu dan ortu mertua yang tidak meributkan/sering menanyakan sudah hamil atau belum, walaupun saya tahu mereka pun menginginkan cucu. Alhamdulillah punya suami yang baik, sabar, selalu menemani saat ke dokter dan tidak pernah menyalahkan saya. Justru yang paling sering bertanya saudara atau orang lain. Kalau nanyanya baik2 ngga masalah, tapi ada yang nanyanya kadang bikin kesel, sedih bahkan pernah nangis, exp : "udah isi blom? kho blom isi2? si A yang baru nikah aja udah hamil, kamu yang nikah duluan kho blom" , "udah hamil blom? udah lama nikah kho blom hamil2?" dan sebagainya. Ngga ditanya aja kalo liat/denger temen kuliah/kerja/tetangga yang baru nikah trus hamil itu udah pukulan telak. Siapa juga yang ngga menginginkan anak? Apa perlu kita memberitahukan kepada setiap orang apa masalah kita dan kita sedang berobat? Andai mereka tahu betapa kita pontang panting ke dokter, berapa biaya yang harus dikeluarkan, rasa jenuh dan cape apabila pengobatan tidak ada perkembangan :D. Andai mereka tahu saat kita testpack dan hasilnya negatif, rasanya sedih dan kadang menangis, bahkan pernah di conference teman-teman millist ada yang bilang kalo negatif tinggal menambahi satu garis pake spidol jadinya kan positif supaya ngga sedih lagi, yang ada di room tertawa semua;)). Bukan saya saja yang mengalami pertanyaan tersebut, temen2 saya di millist juga merasakan yang sama, bahkan ada teman yang sedih dan ngga siap ditanya2 seperti itu kalo pulkam (sama seperti saya). Hamil dan mempunyai anak adalah anugerah dari Allah dan Allah lah yang Maha Berkehendak.
Saya dan hubby pun merahasiakan penyebab kenapa ga hamil2 kepada mertua dan baru berani kami ceritakan setelah saya hamil. Selama ini saya sharing dan curhatnya dengan teman2 yang senasib dengan saya, sama2 menunggu lama untuk hamil dan mendapatkan anak. Berbagi dengan mereka mendapat banyak ilmu dan saling menyemangati dan saling menguatkan.
Dengan ujian yang Allah berikan, menunggu beberapa waktu untuk hamil...insyaAllah saat hamil kita lebih sabar, tidak mudah mengeluh saat kehamilan dan akan merasakan betapa indah dan nikmatnya kehamilan itu.
Buat teman-teman yang sedang menunggu hadirnya buah hati :
1. Bersabarlah...insyaAllah semua akan indah pada waktunya.
2. Pasrahkan semuanya kepada Allah, jadi ngga jadi itu kehendak Allah.
3. Tetap berusaha dan berdoa, dengan intens ke dokter atau pengobatan yang lain yang penting syar'i.
4. Jangan pernah menyalahkan pasangan apabila suatu saat diketahui masalahnya ada di pasangan, berilah support selalu, karena dukungan pasangan memberikan kekuatan tersendiri.
5. Apabila ada yang bertanya udah hamil blom? jawab aja "mohon doanya", saking capenya ditanya udah hamil blom, akhirnya saat saya menjawab mohon doanya alhamdulillah pertanyaan tidak berlanjut :)
Buat orang tua / mertua / teman-teman yang mempunyai anak/menantu/teman-teman yang lama belum diberi momongan :
1. Bertanya boleh...tetapi sebisa mungkin pertanyaan tersebut tidak menyakiti hati...exp :
- jangan membandingkan dengan orang yang baru menikah dan sudah hamil ("udah isi blom? kho blom isi2? si A yang baru nikah aja udah hamil, kamu yang nikah duluan kho blom").
- "udah hamil blom? udah lama nikah kho blom hamil2?"
- "udah hamil belum?belum...kho bisa? ngga pengin hamil?"
Mungkin buat si penanya pertanyaan tersebut biasa saja, tapi buat yang ditanya super luar biasa...menyakitkan...apalagi kalo bertanyanya di hadapan orang banyak :((
mungkin kalo pertanyaannya : " udah hamil blom? blom..yang sabar ya, semoga Allah mempermudah kamu untuk hamil", itu pertanyaan yang menyejukkan. Setiap orang yang sudah menikah pasti menginginkan untuk hamil dan menginginkan hadirnya anak. Ketika beberapa bulan belum hamil juga udah dihinggapi kekhawatiran, adakah masalah yang membuat belum hamil juga...tiap orang mempunyai masalah yang berbeda-beda ketika momongan itu tak kunjung hadir, penyebab susahnya hamil itu bisa dari suami (dari kuantitas dan kualitas sel spermatozoa, adanya infeksi dsb), bisa dari istri (dari sel telur, adanya sumbatan pada tuba faloppi, infeksi pada rahim, adanya antibodi terhadap spermatozoa dsb) dan juga bisa dari suami dan istri. Ketika penyebab sudah diketahui, tidak semua orang diberitahu, biasanya lebih memilih sharing dengan teman2 yang senasib, karena lebih nyaman dan nyambung dan memberi semangat tersendiri. Kalo boleh memilih, setiap orang pasti menginginkan dirinya sehat dan mudah memperoleh keturunan. Allah menguji hamba-Nya pasti ada hikmah yang diambil dari tiap ujian-Nya dan yang diuji menjadi lebih kuat keimanannya.
2. Memberi doa, dukungan dan semangat.
Tetap semangat...semoga Allah mempermudah dan memperlancar kita untuk hamil dan mendapatkan buah hati. Amin..
0 Comments:
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
