Blogger Template by Blogcrowds

Di Balik Ujian Ada Hikmah Yang Diambil...(part 1)



Beberapa teman setelah membaca blog ini ada yang bilang sepertinya saya masih bersedih dengan kepergian anak saya untuk selama-lamanya. Awalnya memang berat...berat sekali rasanya ditinggal anak untuk selama-lamanya, seperti kehilangan separuh nyawa saat itu, apalagi Khaled adalah anak pertama, cucu pertama dan keponakan pertama buat keluarga saya dan hubby yang kehadiran&kelahirannya sangat dinanti. Baru pertama kali saya kehilangan orang yang sangat saya cintai, ikatan batin antara seorang ibu dan anak sangatlah kuat. Andai nyawa bisa terganti akan kuberikan nyawa ini buat anakku. Alhamdulillah perlahan-lahan dengan kesabaran, kepasrahan dan kekuatan dari Allah Alhamdulillah saya bisa melewatinya. Tetes air mata yang saya tulis di blog bukan berarti saya menangis yang sedih terus2an, tetes air mata keluar ketika merasakan kangen dengan Khaled :)
Saat awal-awal kepergiannya semua perasaan campur aduk...rasa bersalah, sedih dan lain-lain jadi satu. Alhamdulillah saya diberi kekuatan oleh Allah...ketika ada teman2 yang berkunjung ke rumah sakit atau di rumah saya berusaha untuk tegar, tidak menangis dan tetap senyum di depan semuanya dan alhamdulillah bisa. Tetapi ada juga orang yang datang dan tiba2 menangis reflek saya pun ikut menangis (bahkan tangisan orang yang datang lebih kencang dari saya).
Selang dua minggu setelah kepergian Khaled saya meninggalkan Jakarta, pulang kerumah ortu dan berpisah dengan hubby selama 4 minggu untuk menenangkan diri. Saat-saat awal kepergiannya tiap hari saya menangis dan kerjaan di rumah hanya browsing, mencari tahu ada apa dengan anakku...dari browsing itulah saya menemukan bahwa saya tidak sendiri, banyak yang senasib dengan saya..kehilangan anak ketika masih dalam kandungan dan meninggal waktu masih baby dan dari browsing ke blog2 orang inilah saya mendapat ilmu, belajar dari mereka...bagaimana mereka bangkit kembali, semangat lagi dari kesedihan ini...rasa sedih dan menangis adalah sesuatu yang wajar karena manusia juga punya perasaan tetapi kesedihan yang berlarut-larut, menyalahkan diri sendiri tidak akan menyelesaikan masalah dan tidak akan membuat Khaled kembali...untuk mencoba tidak sedih lagi, bangkit dari kesedihan ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, semuanya membutuhkan proses dan waktu...begitu juga dengan saya...untuk melihat baby yang baru lahir pun saya tidak sanggup, kalo melihat pasti menangis dan akan teringat kembali dengan Khaled sehingga selama beberapa waktu apabila ada baby yang saya temui di jalan saya berusaha untuk menghindar tidak melihat. Bahkan pernah saat saya di toko perlengkapan baby saat saya akan membeli kado buat saudara saya menangis di toko itu sampai pramuniaganya heran melihat saya :D.

Berikut postingan dari beberapa blog yang menjadi inspirasi saya untuk semangat dan bangkit dari kesedihan ini. Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih untuk orang-orang yang mempunyai blog tersebut.

- padahal sesungguhnya dengan kepergian si kecil Allah telah menunjukkan kuasanya
"Tiada suatu bencana yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan dia tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya" (Qs : Al HAdid : 23)

- Bahkan hal itu adalah ujian bagi kami
"Barangsiapa yang oleh Allah dikehendaki menjadi baik maka ia akan diuji oleh-Nya"
(Al hadits)


- Bahkan bagi kami itu adalah karunia dan tabungan di akherat, sesuai dengan janji Allah SWT
"Barangsiapa Kuambil orang yang dicintainya di dunia tetap mengharapkan ridha-Ku, niscaya aku akan menggantinya dengan surga" (Al hadits)

- Bahkan dikabarkan juga bahwa kami tetap sabar akan kepergian anak yang masih kecil maka kelak di alam keabadian dia akan menjemput dan menolong kami dan kelak kami akan dibangunkan sebuah Baitul Hamd (istana Pujaan)

- Sungguh Allah memberi kebaikan atas kami yang tidak Ia beri kepada setiap manusia.
IA telah memberi kami kepastian seorang anak shaleh yang dijamin masuk surga seperti yang kami inginkan.

- Ada satu blog yang isinya apabila ditinggal oleh anak kecil, yang dikhawatirkan bukan dengan yang meninggal (InsyaAllah anak yang masih kecil mereka meninggal dalam keadaan suci), tetapi yang dikhawatirkan adalah orang yang ditinggal (orang tuanya), apakah bisa sabar, ikhlas dan bisa melewati ujian yang Allah berikan. Memang bener apa yang dikatakan dalam blog tersebut, apabila tidak kuat dengan ujian ini entah apa yang akan terjadi.

Buat teman-teman yang kehilangan buah hati, janganlah larut dalam kesedihan dan tetaplah semangat :
1. Anak adalah milik Allah dan titipan Allah yang dititipkan kepada kita dan kita harus siap dan ikhlas apabila sewaktu-waktu titipan itu diambil kembali oleh Pemiliknya.

2. Percaya dan yakin bahwa Allah tidak pernah salah dengan keputusan-Nya, Allah Maha Mengetahui yang terbaik buat kita, hubby dan anak kita.

3.
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dengan memohon kesabaran, keikhlasan hati dan kekuatan hati kepada Allah insyaAllah kita dapat melewati ujian yang Allah berikan.

4. Allah lebih mencintai dan menyayangi dan ingin menjaga langsung anak kita.

5. Jangan pernah menyalahkan Allah (mempertanyakan kenapa Allah memberikan ujian ini kepada kita, apa salah kita). Selalu berbaik sangka-lah kepada Allah...apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Allah dan sebaliknya. Khaled bagi saya malaikat kecil yang Allah kirim buat saya dan hubby untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik. Dari sejak hamil sampai kepergiannya banyak pelajaran yang kita ambil darinya.

6. Jangan menyalahkan diri sendiri terus menerus (berpikiran seandainya saya begini, seandainya saya begitu mungkin kejadiannya akan lain). Namanya ajal itu rahasia Allah, tidak ada seorang manusia pun yang tahu kapan ajal itu datang, ajal tidak mengenal tua maupun muda, karena hidup mati seseorang sudah tertulis dalam kitab-Nya. Kalau Allah sudah Berkehendak maka apapun akan terjadi. Kita ambil hikmahnya dari tiap kejadian, mudah2an untuk kehamilan berikutnya diberikan kemudahan, diperlancar kelahirannya dan diberikan baby yang sehat. Manusia hanya bisa berdoa dan berusaha dan pasrahkan semuanya kepada Allah.

7. Menghindari untuk sementara waktu sesuatu yang mengingatkan kembali kepada anak kita dan menjadi sedih kembali. Saat saya dulu saya menghindari untuk beberapa waktu : melihat baby yang baru lahir atau baby yang masih kecil, menghindari orang-orang yang membicarakan baby-nya dan barang-barang yang sedianya buat Khaled sudah disimpan oleh keluarga hubby. Karena setiap melihat baby yang baru lahir atau yang masih kecil, mendengar cerita baby dan melihat barang perlengkapan Khaled akan mengingatkan kembali kenangan bersamanya dan kembali sedih. Alhamdulillah sekarang sudah bisa kuat melihat baby.

8. Dukungan suami dan keluarga sangat membantu mengembalikan semangat kita. Dari kejadian kemarin yang paling down memang saya, alhamdulillah suami lebih kuat, saya melihatnya menangis hanya sekali yaitu saat pertama kali dokter bilang Khaled sudah ngga ada walaupun saya tahu suami juga merasakan sangat kehilangan Khaled. Hubby berusaha tegar dan mengajak saya untuk tegar dalam menghadapi ujian ini, Alhamdulillah kami bisa melewatinya bersama-sama.

9. Berbagi dengan teman-teman yang sama2 kehilangan buah hati. Dengan berbagi insyaAllah beban dalam hati ini menjadi berkurang, karena sama2 pernah kehilangan buah hati sehingga punya perasaan yang sama, bagaimana rasanya ditinggal baby tercinta (sama2 curhat). Dari situ saling menasihati, saling menguatkan dan saling memberikan informasi bagaimana untuk kehamilan berikutnya.

10. Apabila ada perkataan dari orang yang tidak mengenakan hati jangan dimasukkan dalam hati (kho bisa begitu, seakan2 menyalahkan kita). Saat ada orang kena musibah terkadang ada perkataan terucap yang mungkin tidak disadari oleh orang2 tersebut yang terkadang menyakiti hati orang lain. Saya pun pernah mengalaminya dan hanya bisa menangis dalam hati, beberapa perkataan orang lain yang kurang berkenan dalam hati : " kasihan banget...udah nunggu lama, trus hamil anaknya ngga ada...saya aja cucunya udah 2 padahal nikahnya duluan mba" (saya hanya bisa terdiam, kesel iya...kalo namanya anak itu sepenuhnya kehendak Allah, saya juga pengen cepet hamil tapi kalo Allah belum Berkehendak mo gemana lagi, untuk hamil saya juga sudah berusaha ke dokter sampai pengobatan alternatif, tidak semua orang tahu apa yang saya lakukan untuk mendapatkan anak, saya biasanya sharing ama orang2 yang sama2 sedang berusaha untuk mendapatkan anak..dan namanya hidup mati seseorang sepenuhnya kehendak Allah), " mungkin blom rizkinya" (buat saya kehamilan Khaled adalah rizki yang tak ternilai harganya dan anugerah terindah Allah buat kami). Dari sini saya ambil hikmahnya supaya buat ke depannya bisa mengolah kata (tidak asal berkata), kalo berkata-kata tanpa dipikirkan terlebih dahulu, bukannya malah menghibur malah menyakiti hati orang lain.

Semoga Allah selalu memberi kesabaran, keikhlasan hati dan kekuatan hati dalam menghadapi ujian-Nya..Amin...



0 Comments:

Post a Comment



Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda