Blogger Template by Blogcrowds

KARENA HIDUP HANYA SEKALI ...



Seberat apapun beban hidup kita hari ini …
Sekuat apapun godaan yang harus kita hadapi, Sekokoh apapun cobaan yang
harus kita jalani, Sebesar apapun kegagalan yang kita rasai, Sejenuh
apapun hari-hari kita lalui

Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Ilahi …
Jangan pernah berhenti berdoa kepada Rabbi, Karena harapan adalah masa
depan, Karena harapan adalah sumber kekuatan, Karena doa adalah pintu
kebaikan, Karena doa adalah senjata orang beriman.

Kita mungkin pernah merasakan betapa tidak berartinya hidup ini, jenuh dan
membosankan. Kita seperti manusia yang tidak ada gunanya lagi hidup di
dunia. Hari-hari yang kita lalui hampa tiada arti. Kegagalan kita temui
disana-sini. Cobaan dan rintangan kita hadapi tiada henti. Beban hidup
tarasa berat menjerat. Bagi mereka yang tidak punya iman, mengakhiri hidup
yang indah ini seringkali menjadi pilihan.

Hidup ini hanya sekali, terlalu indah untuk kita buat sia-sia, karena
memang Allah menciptakan makhluknya tidak untuk sia-sia. Betapa bahagianya
hidup ini bila kita jalani dengan penuh semangat dan optimisme yang
tinggi. Betapa indahnya hidup ini bila hari-hari kita jalani dengan senyum
kebahagiaan dan sikap positif memandang masa depan. Betapa sejuknya bila
kita sabar menghadapi setiap permasalahan, kemudian kita berusaha
memecahkannya dan mengambil ibroh dari setiap kejadiaan.

Sebuah pakupun akan menghadapi masalah pada tubuhnya bila tidak tepat
menempatkan diri. Bila ia terletak di tanah basah, suatu saat ia akan
berkarat, tidak memiliki guna, terinjak, bahkan mungkin suatu saat akan
terkubur bersama karat yang menyelimutinya. Tapi bila kita bisa
menempatkannya di tempat yang tepat, kita tancapkan pada sebuah dinding,
walaupun ia berkarat, paku itu berguna bagi manusia. Sebagai penyangga,
tempat gantungan, atau sebagai penyatu berbagai benda.

Begitu pula kehidupan manusia. Bila kita tidak tepat menempatkan diri
kita, tidak sadar siapa diri kita, tidak tahu untuk apa kita di dunia,
kita hanyalah seonggok jasad hidup yang terlunta-lunta. Bila kita tidak
memanfaatkan potensi yang ada, selalu memandang negatif setiap peristiwa,
membiarkan diri berlumur dosa, bahkan tidak tahu dengan Sang Pencipta,
kita adalah makhluk hidup yang tidak berguna. Kemudian hidup ini pun
terasa berat untuk kita lalui.

Masalah dan cobaan adalah bunga kehidupan orang-orang beriman. Kembalilah
kepada Tuhan bila kita menghadapinya agar kita tenang. Lihat, apakah kita
sudah tepat menempatkan diri. Jangan menjadi paku yang terletak di tanah
basah. Tapi jadilah paku yang dapat menyangga kehidupan manusia. Walaupun
kecil, tanpa paku itu sebuah bangunan besar tidak akan pernah berdiri.



'ANUGERAH TERINDAH'


Saat ujian menimpa
Engkau selalu ada..
Saat cobaan hadir
Engkau setia menemani..

Saat musibah menghampiri
Tak lupa pula engkau selalu menghiasi..
Anugerah Allah yang terindah..
Ke"Sabar"an yang kini kupahami..


"SABAR" , lima huruf S - A - B - A - R, yang terasa indah saat diucapkan maupun dihayati makna terdalamnya !! Tapi berat untuk menjalaninya, sulit untuk mengungkapkan semua resah yang terbersit di hati.. kala ujian, cobaan, dan musibah beruntun datang menghampiri..Innalillaahi wa inna ilaihi raaji'un (sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepadaNya)..

Astaghfirullah.. ada peringatan didalamnya, ada hikmah menyertainya.. "Sesungguhnya dibalik kesulitan ada kemudahan".. karena sesungguhnya semua ujian, cobaan, dan musibah yang menimpa kita.. agat kita semua senantiasa mengingatNya, agar kita selalu dekat denganNya, agar bisa merasakan saat-saat merindukanNya, Agar bisa mempersembahkan Cinta untukNya..

Sabar.. adalah menahan keinginan dan mengendalikan diri untuk melaksanakan sesuatu yang dikehendaki / ditetapkan syara' dan akal sehat, atau menhadan diri untuk menjauhi sesuatu yang dilarang oleh syara' dan akal sehat.

Dari Abdullah Ibnu Mas'ud r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Kesabaran adalah separo dari Iman" (HR. Abu Nu'aim)

Kemudian dalam surat Al Baqarah (2) : 177 menyebutkan bahwa "..dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang bertaqwa" menjelaskan pada manusia tentang macam Kesabaran, ialah:

  1. Sabar dalam menghadapi musibah dan kefakiran / kesempitan,
  2. Sabar dalam menghadapi penderitaan (sakit, dan sebagainya),
  3. Sabar dalam peperangan

Sedangkan seorang ulama yaitu Al Imam Abu Hamid Al Ghazali membagi sabar menjadi dua macam, sebagai berikut :

1. Sabar Badani :
Tabah menanggung dan memikul beban (misal : melakukan kegiatan-kegiatan ibadah, atau seperti menanggung rasa sakit yang berat, pukulan) yang dituntut oleh syara' apabila memang perbuatan-perbuatan tersebut sesuai dengan syariat.

2. Sabar Nafsi (Rohani) :
Kesabaran hati untuk tidak mengikuti hawa nafsu (Astaghfirullah.. ) Contoh : Kesabaran dalam mengendalikan syahwat perut dan kemaluan, dinamakan 'iffah.

Kesabaran terhadap sesuatu yang tidak disukai memiliki nama / istilah sesuai dengan jenis persoalan yang tidak disukai, berikut ini adalah :

  1. Sabar terhadap MUSIBAH adalah : SABAR >< (kebalikannya) dengan KELUH KESAH.
  2. Sabar ketika KAYA adalah : DHABTUN NAFSI (Pengendalian diri) >< (kebalikan) dengan AL BATHAR (Sombong dan Menyalah gunakan Nikmat).
  3. Sabar dalam PEPERANGAN yaitu : SYAJA'AH (berani) ><>
  4. Sabar dalam MENAHAN AMARAH ialah:HILM (Penyantun) ><>
  5. Sabar dalam MENGHADAPI BENCANA adalah : LAPANG DADA ><>
  6. Sabar dalam MENYIMPAN PERKATAAN yaitu: KITMANUS SIRRI (Menyimpan Rahasia) ><>
  7. Sabar untuk TIDAK BERLEBIH-LEBIHAN DALAM KEHIDUPAN : ZUHUD ><>
  8. Sabar terhadap PEMBAGIAN (REZEKI) YANG DIPEROLEHNYA : QANAAH (Mau Menerima) ><>

"INNALLAHA MA'ASHSHABIRRIIN" (Maka Allah bersama orang-orang yang sabar). Dan Nabi-nabi Allah maupun Rasulullah SAW sendiri selalu menghiasi dirinya dengan kesabaran. Tanpa akhlaq islami ini da'wah islamiah tak akan tegak, tanpa sabar Al Haq tak dapat ditegakkan. Karena, jalan bersama al haq, jalan yang lurus, jalan orang-orang yang diberi ni'mat, jalan para Nabi, Shiiddiqiin, para syuhada dan shalihiin, jalan ketaqwaan adalah jalan yang sukar lagi mendaki, jalan yang penuh celaan dari orang-orang yang suka mencela, jalan penuh hasutan dari orang-orang yang suka menghasut, jalan yang penuh hinaan dari orang-orang yang suka menghina, jalan penuh fitnah, teror, interogasi dan intimidasi. Tanpa sabar jalan yang mendaki menjadi lebih mendaki dan tak dapat dilalui.

Lalu.. anugerah terindah apalagi yang dapat kita rasakan selain nikmat yang tak terbilang dengan angka.. yang tak dapat kita hitung jumlahnya.. nikmat terindah saat ujian, musibah dan cobaan datang, kita lebih memahamiNya.. menikmati kesendirian bersamaNya.. "SABAR".. buah manisnya adalah ketaqwaan, cinta dan hasrat terindahnya adalah Mati Syahid di jalanNya.. "FAASHBIR SHABRAN JAMIILA" (Maka Bersabarlah dengan keSabaran yang Baik)..




Ramadhan...mengingatkanku dengan kenangan terindah saat Ramadhan tahun 2007...saat Allah menghadirkan janin dalam rahimku dan terlahir di bulan April bayi mungil yang kami beri nama Khaled Ar Rayyan Sektiaji...bersamanya aku menjalani puasa, tanpa aku sadari kehadirannya di bulan Ramadhan...Engkau adalah anugerah terindah yang Allah berikan di bulan Ramadhan...semoga Ramadhan tahun ini Allah memberikan kembali anugerah yang sama untuk kami...
Hadir dan kepergiannya memberikan banyak pelajaran buat aku dan hubby...belajar untuk lebih bersabar, belajar untuk lebih ikhlas, belajar untuk lebih bersyukur, belajar untuk lebih kuat dalam menjalani hidup, belajar untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, belajar untuk tidak mengeluh, belajar bahwa ajal dapat terjadi dengan siapa saja, kapan saja, dimana saja, dengan sebab atau tanpa sebab dan masih banyak lagi yang lain...
Ketika melihat fotonya yang sangat tenang mengingatkan kembali kenangan indah bersamanya...
Satu yang membuatku tak kan pernah melupakannya...tendangan kecilnya di kala dini hari dan waktu subuh...malu...malu pada Allah...malu pada diri sendiri...malu pada anakku...apabila tendanganmu hadir di kala subuh bunda bangun tuk sholat subuh...tapi apabila tendanganmu hadir pada dini hari saat engkau mengajak bunda sholat malam...bunda terbangun dan hanya berucap "udah malam, bobo ya de"...kalo ingat itu rasanya nyesek banget...maafin bunda ya de, kemarin bunda ngga mengikuti ajakanmu...engkau lebih shaleh dari ayah dan bunda...engkau sudah di surga Allah sekarang, sedangkan ayah dan bunda harus melewati berbagai jalan untuk menuju kesana...terima kasih ya Allah Engkau mengingatkanku untuk sholat malam melalui anakku...
penyesalan memang hadirnya selalu belakangan dan penyesalan itu tidak akan berguna apabila tidak ada perubahan untuk menuju yang lebih baik dari qt...

Alhamdulillah...terima kasih ya Allah...Engkau kirimkan malaikat kecil-Mu untuk kami.. jadikan kami Hamba-Mu yang lebih baik...
Terima kasih anakku..ayah dan bunda banyak belajar darimu...


Marhaban Ya Ramadhan


andai kami tahu ini Ramadhan terakhir..

tentu siangnya kami sibuk berzikir
tentu kami tak akan jemu melagukan syair rindu
mendayu..merayu. ..kepada- NYA Allah Yang Satu

andai kami tahu ini Ramadhan terakhir..

tentu kami akan melaksanakan sholat di awal waktu
sholat
yang dikerjakan.. .sungguh khusyuk lagi tawadhu'
tubuh dan qalbu...bersatu memperhamba diri
menghadap Rabbul Jalil... menangisi kecurangan janji
"innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin"
[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...
kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam]

andai kami tahu ini Ramadhan terakhir..

tidak akan kami sia siakan walau sesaat yang berlalu
setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja
di setiap kesempatan juga masa yang terluang
alunan Al-Quran bakal kami dendang...bakal kami syairkan

andai kami tahu ini Ramadhan terakhir..

tentu malam kami sibukkan dengan
bertarawih.. .berqiyamullail. ..bertahajjud. ..
mengadu...merintih. ..meminta belas kasih
"sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU
tapi...aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU"

andai kami tahu ini Ramadhan terakhir..

tentu kita tak akan melupakan mereka yang tersayang
mari kita meriahkan Ramadhan
kami buru...kami cari...suatu malam idaman
yang lebih baik dari seribu bulan

andai kami tahu ini Ramadhan terakhir..

tentu kami bakal menyediakan batin dan zahir
mempersiap diri...rohani dan jasmani
menanti-nanti jemputan Izrail
di kiri dan kanan ...lorong-lorong ridha Ar-Rahman

Duhai Ilahi....
andai ini Ramadhan terakhir buat kami
jadikanlah Ramadhan ini paling berarti...paling berseri...
menerangi kegelapan hati kami
menyeru ke jalan menuju ridho serta kasih sayangMu Ya Ilahi
semoga bakal mewarnai kehidupan kami di
sana nanti

Namun teman...
tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi diri kita
yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah
berusaha...bersedia ...meminta belas-NYA

andai benar ini Ramadhan terakhir..

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN ATAS SEGALA KHILAF KAMI


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1429 H



- Arief , Netti dan Alm. Khaled -




Alhamdulillah...Terima Kasih ya Allah atas karunia-Mu....


Tanggal 25 Agustus 2008 adalah hari yang ditunggu2 ayahbunda dan keluarga karena tanggal 25 Agustus 2008 hasil kelulusan penerimaan AKPOL diumumkan. Bunda ikut deg-degan juga apakah adik bunda (om dedy) diterima atau tidak.. Ortu bunda aja yang ke semarang... bunda mencoba telepon dari pagi ampe malam ke HP om dedy HP-nya ngga aktif terus...ortu bunda ngga bawa HP, akhirnya telpon rumah dan di rumah hanya ada adik bungsu bunda (tante mia) menanyakan hasilnya gemana? tante mia juga ngga tau, terakhir dapet SMS menginfokan bapak ama ibu udah sampe di semarang...

Tanggal 26 Agustus 2008 pagi2 setelah sholat subuh bunda mendapat telepon dari Bapak dan Ibu dan menginfokan bahwa om dedy lulus dan langsung pendidikan...Alhamdulillah..terima kasih Ya Allah...Engkau mengabulkan impian dan cita-cita adikku untuk menjadi polisi.

Tahun 2008 Allah memberikan ujian dan karunia yang besar buat keluarga kami. Kita harus selalu bersyukur dan bersabar dalam menerima nikmat dan ujian.

- Tanggal 23 April 2008 : kehilangan Khaled Ar Rayyan Sektiaji untuk selama-lamanya. Khaled adalah anak pertama , cucu pertama dan keponakan pertama buat keluarga ayah dan bunda (dan buyut pertama buat keluarga ayah).

- Tanggal 25 Agustus 2008 : Alhamdulillah Adik bunda (om dedy - omnya khaled) lulus masuk AKPOL.

Semoga di tahun ini jua Allah memberikan kebahagian-kebahagiaan lain. Bunda hamil lagi..Amin...

Berbicara sedikit mengenai adik bunda, om dedy lahir tahun 1984...lulus kuliah dari Fakultas Hukum Unsoed desember 2007 ( 6 tahun kuliah...jadi inget dulu lulus SPMB, pengennya ke jurusan teknik tetapi diterimanya di jurusan Hukum dan bunda yang pilihin;)) ). Abis lulus daftar kerjaan (di BRI dan BPK) blom berhasil...akhirnya kerja juga jadi Sales di operator "Three"...kalau dipikir2 ngga nyambung kerjaannya dengan kuliahnya...tapi buat om dedy kerjaan apapun dilakuin daripada nganggur dan cari pengalaman kerja juga...Ayah dan Ibu bunda juga kasihan liat kerjaannya, karena kesana kemari cari pembeli dan dikejar2 target...bunda sempat usulin buat buka counter hp aja di rumah, om dedy bilang mo kerja ini dulu tar kalo udah terkumpul modal baru buka usaha sendiri..ya udah...dan akhirnya Alhamdulillah Allah mewujudkan cita-citanya...perjuangan dan doamu dik akhirnya dikabulkan oleh Allah...

Untuk adikku sayang ...jangan lupa sholat, selalu ingat Allah dan jagalah kesehatan...
Apa yang sekarang didapat adalah amanah dari Allah, jagalah amanah ini dengan baik...
Jangan sombong dan jagalah kejujuran...
Doa dan cinta kami menyertaimu selalu...







Ujian untuk Menjadi Lebih Mulia



Kata orang, hidup ini layaknya roda kehidupan. Kadang berada di atas, kadang berada di bawah. Ada pula yang bilang hidup ini seperti ombak di pantai. Kadang tenang, namun tak jarang pula menghantarkan gelombang yang begitu kencang. Apa pun perumpamaan manusia terhadap kehidupan ini, intinya adalah hidup ini takkan setenang air di dalam kolam. Akan ada goncangan-goncangan, hambatan-hambatan, dan ujian-ujian yang bermacam-macam bentuknya.

Terkadang manusia seringkali merasa tidak mampu untuk menghadapi cobaan-cobaan hidup. Bahkan banyak pula yang tak menyadari bahwa semua nikmat dan semua ujian itu hanya berasal dari satu sumber. Semua itu berasal dari pemilik seluruh jiwa-jiwa manusia dan penguasa seluruh hati-hati manusia, yaitu Allah, Sang Maha Kuasa. Parahnya, ada juga yang menyesali diri sendiri, menganggap nasib diri terlalu sial, sehingga tak pernah mendapatkan kebahagiaan dalam hidup.

Mungkin anda pernah dengar cerita sebuah cangkir cantik yang dipajang di sebuah etalase toko. Sebelum berada di sana, ia hanyalah seonggok tanah liat yang sama sekali tidak dihiraukan orang. Kemudian seorang pengrajin mengambil dirinya, membentuk tanah liat itu, kemudian membakarnya di dalam perapian. Sang tanah liat sempat marah dan benci terhadap perlakuan yang diterimanya. Ia harus menahan sakit dan kepanasan. Tak sampai di situ, ia harus rela dicat dengan berbagai warna, kemudian dibakar lagi. Segala macam perlakuan sungguh tidak mengenakkan baginya. Namun apa yang terjadi, setelah semua proses selesai, sang tanah liat mendapati dirinya telah menjadi sebuah cangkir cantik. Ia bukan lagi seonggok tanah liat yang bau, tapi ia telah menjadi sosok baru dan tentu saja lebih baik. *

Mungkin kita sebagai manusia, seringkali berpikir seperti tanah liat tadi. Ujian-ujian yang mendatangi di setiap detik kehidupan selalu ditanggapi dengan ketidaksabaran, keluh kesah, dan ketidakikhlasan. Tak jarang mungkin di antara kita merasa terlalu dibebani dengan amanah-amanah, merasa hanya diri sendiri yang diberi ujian, sedang orang lain bisa bersenang-senang, dan ada juga yang justru berhenti dan tidak mau lagi berbuat karena merasa terlalu lelah, fatigue, dan kecewa. Belum lagi kondisi lingkungan, keluarga, dan teman-teman yang seringkali cuek, tidak perduli, dan sibuk dengan urusan masing-masing.

Tapi cobalah kita lihat kisah si gelas cantik tadi. Lihatlah, betapa setelah semua proses berlalu, seonggok tanah liat telah menjadi sebuah gelas cantik. Betapa indahnya perubahan itu. Saat ini anda mungkin sedang diuji berbagai macam masalah, mulai dari masalah di keluarga, orang tua, teman-teman, tempat kerja, bahkan amanah dakwah sekalipun, tapi percayalah bahwa Allah sedang membentuk anda. Bisa jadi anda tidak menyukai bentukan itu, tapi anda harus sabar. Bukankah selalu ada kemudahan setelah kesusahan? Ingat, awan tak selamanya mendung, sekali waktu ia akan cerah berawan menaungi langit. Bahkan angin topan pun tak selamanya meniupkan angin kencangnya, pada waktunya ia akan tenang dan reda kembali.

Dulu, seorang teman pernah bilang, kalau merasa diri sedang mendapatkan ujian yang begitu berat, berbaik sangkalah kepada diri sendiri dan kepada Allah. Ingat bahwa Allah selalu menurut persangkaan hamba-Nya. Anggap saja saat diuji dengan berbagai masalah, anda sedang dalam masa ujian layaknya anak sekolah. Untuk bisa naik tingkat, harus ada ujian untuk menguji kesiapan. Makin tinggi tingkat, makin tinggi pula level kerumitan ujian yang diberikan. Percayalah, kalau anda berhasil menghadapi ujian ini, anda akan berhasil naik tingkat di mata Allah, menjadi mukmin sejati. Allah tidak akan memberikan suatu ujian sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Kalau Allah saja yakin kita mampu, masa kita sendiri tidak yakin dengan kemampuan diri?

Buat saudara-saudaraku yang saat ini sedang diuji oleh Allah, apapun bentuk ujian itu, bergembiralah dan bersabarlah. Bergembira karena ujian berarti Allah masih peduli dan sayang kepada kita, untuk itu ia memberikan ujian agar kita lebih kuat, lebih bijak, dan lebih mulia. Allah ingin kita menjadi lebih baik di hadapan-Nya. Setelah itu, bersabarlah karena sesungguhnya kesabaran akan membuahkan ketenangan jiwa, kekuatan hati, dan sungguh Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Bersabarlah, karena Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang beriman, justru manusia lah yang seringkali meninggalkan sang penciptanya.

Apakah yang diperoleh orang-orang yang telah kehilangan Allah dari dalam dirinya? Dan apakah yang harus dicari oleh orang-orang yang telah menemukan Allah di dalam dirinya? Sungguh antara yang pertama dan kedua tidak akan pernah sama. Orang kedua akan mendapatkan segalanya, dan orang pertama akan kehilangan segalanya. **

Wallahualam

*kisah disadur dari buku “Kekuatan Cinta??
**disadur dari buku “La Tahzan!??


Di Balik Ujian Ada Hikmah Yang Diambil...(part 3)



Hiks...belakangan ini entah di televisi maupun koran memberitakan tentang bayi yang dibuang, ada yang dibuang di got, di sungai, di bak tempat sampah...ada yang diketemukan masih hidup dan ada yang diketemukan sudah meninggal...belum bayi yang diaborsi dan bayi yang mengalami kekerasan baik fisik maupun psikis oleh orang tuanya sendiri...dan berbagai alasan dikemukakan...alasan ekonomi, hubungan di luar nikah dan alasan yang lain...sedih dan kesal menjadi satu...tak kuasa melihat wajah bayi yang tak berdosa...dimana rasa kemanusiaan itu???...teringat kembali ketika saya untuk pertama dan terakhir kali melihat Khaled yang langsung meninggalkan kami untuk selama-lamanya, wajah yang begitu tenang dan damai...sebagai seorang yang baru menjadi ibu menghadapi kenyataan ini terasa menyesakkan dada...saya yang pernah merasakan ketika Khaled gerakannya over aktif, Khaled berusaha melepaskan tali pusarnya yang terpelintir untuk mendapatkan asupan makanan dan oksigen...saya membayangkan dan merasakan sakitnya khaled saat itu...seandainya dalam kandungan bayi dapat berbicara akan kami akan memberikan yang terbaik untuknya... tak pernah terpikir/membayangkan dalam hidup saya akan melihat anak/putra saya yang menghadap ke Ilahi terlebih dahulu dan melihat makamnya...inilah hidup yang harus dijalani...
saya tidak mengerti kenapa mereka tega berbuat seperti itu terhadap anak kandungnya sendiri...tiap bayi atau janin dalam kandungan mempunyai jiwa/nyawa mempunyai hak untuk hidup...anak adalah amanah Allah dan suatu saat qt akan diminta pertanggung jawabannya...ketika bayi-bayi itu merasakan kesakitan karena perbuatan ortunya apakah ortunya tidak merasakan kesakitan itu (ikatan antara ortu dan anak sangatlah kuat), apakah tidak merasa bersalah???...entah lah apakah mereka sadar atau tidak dengan apa yang telah dilakukannya...
Seandainya mereka tahu banyak orang yang sangat mengharapkan anak tetapi belum terkabul juga keinginan itu...mereka rela mengorbankan harta, waktu dan tenaga hanya untuk mendapatkan anak....
Seandainya mereka tahu banyak orang yang sedih ketika harus ditinggalkan bayi/anak yang sangat dicintai untuk selama-lamanya...
Seandainya mereka tahu banyak orang yang sedih mengalami keguguran atas bayi yang dikandungnya...

Aborsi dan menghilangkan nyawa bayi bukanlah solusi terbaik dalam hidup ini...jangan pernah melakukannya, rasa penyesalan di akhir tak ada gunanya.
Tiap anak mempunyai rezeki masing-masing, yang penting qt sebagai orang tua selalu berusaha dan berdoa..
Berani berbuat harus berani pula bertanggung jawab, bukan lari/lepas tanggung jawab...





Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda